1.
Snack “O”
O adalah salah satu nama dagang yang diproduksi oleh
Nabisco pertama kali pada tahun 1912. Produk O ini, di Indonesia dikelola oleh
PT. Kraft Indonesia. Produk ini berupa semacam biskuit coklat dengan lapisan
cream putih di tengahnya. Dengan tetap menggunakan warna biru sebagai warna
dominan, packaging O menjadi nilai tambah secara visual karena telah menjadi
karakter dari O itu sendiri. O ini merupakan jajanan bagi anak maupun biskuit
bagi segala usia. Dengan mengusung tagline “diputar,
dijilat, diclupin” menjadikan O sebagai iklan makanan yang tidak
asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu variansi terbaru yang
dihadirkan O adalah O Ice Cream Orange. Untuk memasarkan
produk barunya tersebut, maka O Ice Cream Orange membuat sebuah iklan di media
elektronik.
Menurut Arens (dalam Lubis, 2007) iklan dikatakan sebagai komunikasi informasi
yang terstruktur dan disusun bukan oleh perseorangan, biasanya dibayar dan
untuk secara alami umumnya membujuk tentang produk (barang, jasa, dan
ide) yang diidentifikasikan sponsor lewat berbagai media. O menggunakan
salah satu media elektronik modern berupa televisi sebagai media yang dimaksud
untuk mengiklankan produk terbaru mereka yakni O Ice Cream Orange.
Iklan O Ice Cream Orange diperankan oleh dua orang anak kecil dengan gender
keduanya perempuan dengan tambahan seorang narrator. Afika adalah salah satu
nama actor dalam iklan O Ice Cream Orange yang mampu menjalankan perannya
dengan sangat baik. Iklan berdurasi 30 detik ini mampu melaksanakan kelima
tugasnya sebagai fungsi-fungsi iklan menurut Shimp (2003). Fungsi fungsi
tersebut meliputi Informing atau pemberitahuan kepada pihak konsumen bahwa
terdapat produk baru dari O. Fungsi kedua adalah persuading atau membujuk
konsumen untuk mencoba varian rasa terbaru dari O Ice Cream Orange. Selanjutnya
adalah reminding, fungsi ini adalah sebagai penyegar ingatan masyarakat bahwa
produk O yang sudah lebih dulu exsis masih ada dan mampu memberi varian rasa
yang baru. Adding value dan assisting adalah memberi nilai tambah pada produk
dan mendampingi produk tersebut untuk meningkatkan penjualan sebagai salah satu
tujuan utama iklan komersiil ini dibuat.
Salah satu sifat iklan (dalam Satriojati, 2007) yang dominan dalam iklan O Ice
Cream Orange adalah kemampuan ekspresi yang kuat, sehingga mampu memberikan
trendsetter dengan gaya bicara actor yang polos sebagai anak anak. Dengan
target audiens yaitu anak anak dan orang tua, iklan ini dikemas dengan rapi dan
terstruktur. Tanpa menggunakan kata kata yang berbelit dalam naskah iklan
tersebut telah mencerminkan bahwa iklan O Ice Cream Orange ini merupakan
iklan dengan konten komunikasi yang effektif dan imajinatif. Selain itu dengan
public presentation, iklan O Ice Cream Orange juga mampu menawarkan
standardisasi kepada audiens dengan fantasi naskah iklan tersebut. Hal ini
dapat dibuktikan dengan kata “nanti dingin loh” oleh salah satu actor kecil.
Dengan kata tersebut bayangan dari deskripsi ini akan membawa audien
berimajinasi tentang rasa dingin yang dimaksud. Selain itu masih ditegaskan oleh
suara narrator yang lagi mengajak audien untuk merasakan dinginnya O Ice Cream
Orange.
Berdasarkan tujuan dari iklan secara umum, iklan dibuat untuk menyadarkan
audiens tentang informasi baru yang diberikan dari perusahaan selaku produsen
kepada anak anak atau orang tua sebagai konsumen. Selain itu menumbuhkan rasa
suka, dan meyakinkan audiens terhadap produk yang diiklankan. Dalam hal ini
iklan O Ice Cream Orange telah berhasil membawa tugas dari tujuan adanya iklan
melalui media. Hal ini dapat dibuktikan dengan naiknya penjualan O Ice Cream
Orange pada awal bulan iklan ini di release.
Secara umum, inilah iklan komersiil yang kreatif, dan mampu menjalankan
perannya baik dalam fungsi maupun tujuan iklan ini dibuat. Dengan kreatifitas
yang berasal dari Tim pembuat iklan tersebut mampu mengkonversi naskah iklan
menjadi lebih “menjual” pada konsumen dengan trensetter “afikaa”. Kini saat berbicara tentang O
maka sosok Afika tidak mendukung naskah iklan dan membuatnya menjadi lebih
hidup. Tanpa pemilihan actor yang tepat, maka iklan O Ice Cream Orange ini
tidak akan sempurna.
Namun negatifnya iklan ini
adalah, apabila dilihat dari sisi edukasi, iklan ini kurang benar dalam hal
moral, karena makanan yang sudah di jilat di keluarkan lagi dari mulut, dan
ternyata dimasukan ke dalam gelas berisi susu yang kemudian kembali dimakan.
Dengan kultur orang Indonesia yang cinta kebersihan, rasanya tagline yang
diusung ini memang menarik namun ternyata dapat mengurangi moral anak
Indonesia dalam memperlakukan makanan secara bijak. Dengan target utama anak
anak, iklan ini akan sangat dengan mudah ditirukan oleh anak anak kecil yang
akan membawa dampak kurang baik bagi perkembangan moral sang anak.
2.
Produk Minyak
Goreng “TS”
TS adalah nama merek produk dagang asli
Indonesia yang dimiliki oleh perusahaan Nutrifood Indonesia. Susu dan makanan
ini dirilis pada tahun 1978 dan sejak dulu sangat konsisten dikonsentrasikan
untuk kontrol dan pencegahan diabetes. Produk yang disediakan sangat beragam
mulai dari pemanis rendah kalori, susu, hingga bahan-bahan untuk memasak.
Produk susu dan makanan ini juga memiliki nutrisi yang paling lengkap.
Ini adalah iklan TS yang dibuat pada 6
November 2011. Iklan ini bercerita tentang seorang anak dan ayahnya, dimana
anak tersebut ingin sekali menjadi ayahnya sampai-sampai semua kegiatan dan
hobi yang ayahnya lakukan juga ikut dilakukan oleh si anak. Ayahnya suka
sekali makan makanan manis, dan suatu hari ayahnya terkena diabetes dan untuk
pertama kalinya anak tersebut tidak ingin menjadi seperti ayahnya. Lalu, ada
tulisan “Keturunan Diabetes 6x lebih beresiko”. Dan keluarlah produk TS rendah
gula tersebut, yang satunya Classic dan yang satunya lagi Diabetes lalu dituang
ke dalam cangkir. Lalu, mereka mengatakan dapat menikmati manisnya hidup dengan
tahan lama, dan slogan yang mereka pakai diakhir iklan adalah “Sweet Moment
Last Longer” yang artinya “Saat Manis Lebih Lama”.
Iklan ini mengajak para penonton agar
tidak menjadi penderita Diabetes, dan memakai produk TS yang gula rendah ini.
Dan iklan ini dibuat agar para penonton sadar bahwa Diabetes adalah penyakit
yang akan dibawa oleh keturunannya. Tapi, ada dua jenis gula yang dipakai di
dalam iklan, yaitu Classic dan Diabetes. TS Classic diperuntukkan bagi orang
yang tidak terkena Diabetes untuk mencegah mereka terkena Diabetes. Sedangkan TS
Diabetes diperuntukkan bagi si penderita Diabetes.
Iklan ini diperuntukkan bagi manula dan
orang dewasa. Karena, kebanyakan yang terkena penyakit Diabetes ini adalah
manula dan orang dewasa. Kira-kira dari seumuran anak-anak sampai umur 40
tahunan keatas bisa terlihat bahwa mereka mempunyai penyakit Diabetes atau
tidak.
Pesan dari iklan ini, cegah lah Diabetes
dari dini agar generasi kita dapat menikmati hidup tanpa adanya penyakit bawaan
dari mereka lahir yang membuat mereka tidak leluasa untuk menikmati hidup
yang manis.
3. Sabun Cuci Muka “P”
Sekarang brand ambassador P Indonesia
adalah Artis Indonesia Raisa.
Iklan ini menggunakan model yang saat ini menjadi
artis ternama dan menjadi idaman disemua kalangan.
Pemasaran iklan produk P ini dengan menggunakan Artis
Raisa menjadi brand amabassador mereka ialah pemasaran yang baik, karena para
penggemar artis tersebut menjadi ingin tau hasiat produk yang diiklankan oleh
artis idamannya.
4. Pasta Gigi “P”
Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan sebuah
iklan dari P yang menurut saya sangat menyentuh. Atau lebih tepatnya menyindir.
Dalam iklan tersebut, P dengan sangat “cerdik” mengajak para orang tua untuk
menjadi contoh teladan yang baik dengan turut menyikat giginya 2 kali sehari
seperti apa yang orang tua biasa katakan kepada anaknya. Tetapi, menurut
Pepsodent, ternyata para orang tua, khususnya para ayah (sebagaimana
disampaikan oleh kebanyakan anak-anak dalam iklan tersebut) tidaklah melakukan
apa yang mereka pintakan kepada anak-anaknya. Para orang tua ternyata banyak
yang tidak menyikat giginya 2 kali sehari.
Iklan ini membuat saya tersenyum-senyum sendiri
karena merasa sedang disindir oleh P. Tema yang dipilih oleh P sangat menarik.
Kehidupan sehari-hari yang membuat kita yang belum pernah mendengarnya akan
merasa tertarik untuk mendengarnya. Tema kehidupan sehari-hari apalagi yang sifatnya
faktual membuat kita memiliki koneksi dan keterkaitan dengan sebuah upaya
komunikasi. Saya selalu menyukai iklan-iklan yang disampaikan dengan
menggunakan pendekatan soft sale. Dan iklan P Ayah Sudah Sikat Gigi adalah
salah satu yang menurut saya dieksekusi dengan sangat baik.
Sudah begitu disampaikan oleh anak-anak pula,
menjadikan iklan ini “mengeksploitasi” (dalam konteks positif tentu saja) unsur
emosi seorang ayah. Figur ayah yang harus menjadi teladan dalam hal terkecil
dan terkesan remeh sekalipun. Pendekatan ini terasa begitu humanis karena
menyentuh aspek psikologis manusia yang positif.
Sebuah iklan yang tidak bersifat hard sale memang
terasa lebih mengena dengan mendorong unsur perasaan. Secara tidak langsung,
iklan ini seperti mendorong pola konsumsi P. Tentu jika ayah dan ibu sikat gigi
2 kali sehari dan anak-anaknya juga melakukan hal yang sama, maka P akan
menjadi cepat habis untuk dikonsumsi. Karena P cepat habis di konsumsi,
tentunya anda akan melakukan konsumsi secara berulang bukan?
Selain itu iklan ini juga terkesan begitu sosial
kemasyarakatan karena P sebagai produk kesehatan yakni kesehatan gigi memahami
betul budaya masyarakat Indonesia khususnya para orang tua yang ternyata tidak
melakukan sikat gigi secara optimal 2 kali sehari. Pesan komunikasi yang
mengajak orang untuk ingat akan pentingnya sikat gigi 2 kali sehari adalah
pesan komunikasi yang sangat positif, terlepas dari adanya tujuan bisnis dari
iklan sebuah produk. Pesan tersebut juga disampaikan dengan cara yang sangat
positif dan tidak menakuti dengan adanya tampilan gambar gigi berlubang seperti
yang dilakukan oleh produsen odol (termasuk Pepsodent pernah melakukan hal
serupa).
Saya mengucapkan selamat kepada P yang dalam
pandangan profesional saya telah berhasil mendeliver pesan yang ingin
disampaikan. Sebuah iklan yang mungkin saja dapat merubah pendekatan komunikasi
dari produk pasta gigi yang biasa menekankan pada aspek fungsional menjadi
pendekatan yang lebih menyentuh emosi.
5.
Produk Sabun Deterjen “R”
Di zaman modern ini semakin banyak merek
deterjen yang ditawarkan, namun siapa yang tak kenal diterjen R, produk ini
sudah melekat sekali di pikiran kita, dari dulu hingga sekarang namanya
terus-menerus benderang, dengan segala inovasi produk yang ia berikan, membuat
namanya semakin dikenal. Berlomba –lomba deterjen menampilkan kemasan, inovasi
yang unik, baik di televise, maupun di media lain.
Promosi melalu televise, bukan hanya
dengan cara memperkenalkan produk ini saja, tapi R cair ini membuat iklan yang
unik, yang menceritakan jika pakaian kita, atau anak-anak kita kotor, tak perlu
khawatir untuk mencucinya karena sudah ada R cair yang mempunyai daya bersih
tinggi, sehingga kita tidak menghambat kreatifitas anak-anak kita.
Inovasi yang ditawarkan oleh R kali ini
adalah R Cair, mungkin dulu kita hanya mengenal sabun colek, atau deterjen
bubuk, tapi kali ini R menawarkan deterjen dengan bentuk cair dengan 5
kelebihan, yaitu R Cair memiliki 5
kelebihan antara lain memiliki daya bersih yang tinggi, dapat masuk ke dalam
serat kain terdalam sehingga dapat membersihkan noda dua kali lebih efektif
dibandingkan dengan sabun bubuk dan colek, meninggalkan keharuman yang tahan
lama pada pakaian, memiliki busa lebih banyak dibandingkan dengan sabun bubuk
dan colek, tidak meninggalkan sisa butiran deterjen sehingga hasil cuci
lebih maksimal, juga lembut di tangan. .
Dengan demikian inovasi yang ditawarkan
oleh dapat menarik minat konsumen untuk beralih ke R Cair. Diihat dari STP
(Segmentation Targeting Positioning), yaitu :
·
Segmentasi dari produk ini yaitu kelas menengah dan menengah ke atas.
·
Targeting dari produk ini yaitu dipasarkan di pasar modern, pasar
tradisional, swallayan, agen-agen, bahkan warung-warung kecil sekalipun.
·
Positioning produk ini yaitu memposisikan
dirinya sebagai produk yang ditujukan bagi orang yang selalu mencuci dengan
jumlah banyak, sehingga dengan memakai Rinso cair ini mereka lebih mudah dalam
mencuci.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar