Selasa, 17 Oktober 2017

Review Iklan 5 Produk


1.     Snack “O”













O adalah salah satu nama dagang yang diproduksi oleh Nabisco pertama kali pada tahun 1912. Produk O ini, di Indonesia dikelola oleh PT. Kraft Indonesia. Produk ini berupa semacam biskuit coklat dengan lapisan cream putih di tengahnya. Dengan tetap menggunakan warna biru sebagai warna dominan, packaging O menjadi nilai tambah secara visual karena telah menjadi karakter dari O itu sendiri. O ini merupakan jajanan bagi anak maupun biskuit bagi segala usia. Dengan mengusung tagline “diputar, dijilat, diclupin” menjadikan O sebagai iklan makanan yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu variansi terbaru yang dihadirkan O adalah O Ice Cream Orange. Untuk memasarkan produk barunya tersebut, maka O Ice Cream Orange membuat sebuah iklan di media elektronik.
            Menurut Arens (dalam Lubis, 2007) iklan dikatakan sebagai komunikasi informasi yang terstruktur dan disusun bukan oleh perseorangan, biasanya dibayar dan untuk secara alami umumnya membujuk tentang produk (barang, jasa, dan ide)  yang diidentifikasikan sponsor lewat berbagai media. O menggunakan salah satu media elektronik modern berupa televisi sebagai media yang dimaksud untuk mengiklankan produk terbaru mereka yakni O Ice Cream Orange.
            Iklan O Ice Cream Orange diperankan oleh dua orang anak kecil dengan gender keduanya perempuan dengan tambahan seorang narrator. Afika adalah salah satu nama actor dalam iklan O Ice Cream Orange  yang mampu menjalankan perannya dengan sangat baik. Iklan berdurasi 30 detik ini mampu melaksanakan kelima tugasnya sebagai fungsi-fungsi iklan menurut Shimp (2003). Fungsi fungsi tersebut meliputi Informing atau pemberitahuan kepada pihak konsumen bahwa terdapat produk baru dari O. Fungsi kedua adalah persuading atau membujuk konsumen untuk mencoba varian rasa terbaru dari O Ice Cream Orange. Selanjutnya adalah reminding, fungsi ini adalah sebagai penyegar ingatan masyarakat bahwa produk O yang sudah lebih dulu exsis masih ada dan mampu memberi varian rasa yang baru. Adding value dan assisting adalah memberi nilai tambah pada produk dan mendampingi produk tersebut untuk meningkatkan penjualan sebagai salah satu tujuan utama iklan komersiil ini dibuat.
            Salah satu sifat iklan (dalam Satriojati, 2007) yang dominan dalam iklan O Ice Cream Orange adalah kemampuan ekspresi yang kuat, sehingga mampu memberikan trendsetter dengan gaya bicara actor yang polos sebagai anak anak. Dengan target audiens yaitu anak anak dan orang tua, iklan ini dikemas dengan rapi dan terstruktur. Tanpa menggunakan kata kata yang berbelit dalam naskah iklan tersebut telah mencerminkan bahwa iklan O Ice Cream Orange  ini merupakan iklan dengan konten komunikasi yang effektif dan imajinatif. Selain itu dengan public presentation, iklan O Ice Cream Orange juga mampu menawarkan standardisasi kepada audiens dengan fantasi naskah iklan tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dengan kata “nanti dingin loh” oleh salah satu actor kecil. Dengan kata tersebut bayangan dari deskripsi ini akan membawa audien berimajinasi tentang rasa dingin yang dimaksud. Selain itu masih ditegaskan oleh suara narrator yang lagi mengajak audien untuk merasakan dinginnya O Ice Cream Orange.
            Berdasarkan tujuan dari iklan secara umum, iklan dibuat untuk menyadarkan audiens tentang informasi baru yang diberikan dari perusahaan selaku produsen kepada anak anak atau orang tua sebagai konsumen. Selain itu menumbuhkan rasa suka, dan meyakinkan audiens terhadap produk yang diiklankan. Dalam hal ini iklan O Ice Cream Orange telah berhasil membawa tugas dari tujuan adanya iklan melalui media. Hal ini dapat dibuktikan dengan naiknya penjualan O Ice Cream Orange pada awal bulan iklan ini di release.
            Secara umum, inilah iklan komersiil yang kreatif, dan mampu menjalankan perannya baik dalam fungsi maupun tujuan iklan ini dibuat. Dengan kreatifitas yang berasal dari Tim pembuat iklan tersebut mampu mengkonversi naskah iklan menjadi lebih “menjual” pada konsumen dengan trensetter “afikaa”. Kini saat berbicara tentang O maka sosok Afika tidak mendukung naskah iklan dan membuatnya menjadi lebih hidup. Tanpa pemilihan actor yang tepat, maka iklan O Ice Cream Orange ini tidak akan sempurna.
Namun negatifnya iklan ini adalah, apabila dilihat dari sisi edukasi, iklan ini kurang benar dalam hal moral, karena makanan yang sudah di jilat di keluarkan lagi dari mulut, dan ternyata dimasukan ke dalam gelas berisi susu yang kemudian kembali dimakan. Dengan kultur orang Indonesia yang cinta kebersihan, rasanya tagline yang diusung ini memang menarik namun ternyata dapat  mengurangi moral anak Indonesia dalam memperlakukan makanan secara bijak. Dengan target utama anak anak, iklan ini akan sangat dengan mudah ditirukan oleh anak anak kecil yang akan membawa dampak kurang baik bagi perkembangan moral sang anak.

2.     Produk Minyak Goreng “TS”





TS adalah nama merek produk dagang asli Indonesia yang dimiliki oleh perusahaan Nutrifood Indonesia. Susu dan makanan ini dirilis pada tahun 1978 dan sejak dulu sangat konsisten dikonsentrasikan untuk kontrol dan pencegahan diabetes. Produk yang disediakan sangat beragam mulai dari pemanis rendah kalori, susu, hingga bahan-bahan untuk memasak. Produk susu dan makanan ini juga memiliki nutrisi yang paling lengkap.

Ini adalah iklan TS yang dibuat pada 6 November 2011. Iklan ini bercerita tentang seorang anak dan ayahnya, dimana anak tersebut ingin sekali menjadi ayahnya sampai-sampai semua kegiatan dan hobi yang  ayahnya lakukan juga ikut dilakukan oleh si anak. Ayahnya suka sekali makan makanan manis, dan suatu hari ayahnya terkena diabetes dan untuk pertama kalinya anak tersebut tidak ingin menjadi seperti ayahnya. Lalu, ada tulisan “Keturunan Diabetes 6x lebih beresiko”. Dan keluarlah produk TS rendah gula tersebut, yang satunya Classic dan yang satunya lagi Diabetes lalu dituang ke dalam cangkir. Lalu, mereka mengatakan dapat menikmati manisnya hidup dengan tahan lama, dan slogan yang mereka pakai diakhir iklan adalah “Sweet Moment Last Longer” yang artinya “Saat Manis Lebih Lama”.

Iklan ini mengajak para penonton agar tidak menjadi penderita Diabetes, dan memakai produk TS yang gula rendah ini. Dan iklan ini dibuat agar para penonton sadar bahwa Diabetes adalah penyakit yang akan dibawa oleh keturunannya. Tapi, ada dua jenis gula yang dipakai di dalam iklan, yaitu Classic dan Diabetes. TS Classic diperuntukkan bagi orang yang tidak terkena Diabetes untuk mencegah mereka terkena Diabetes. Sedangkan TS Diabetes diperuntukkan bagi si penderita Diabetes.

Iklan ini diperuntukkan bagi manula dan orang dewasa. Karena, kebanyakan yang terkena penyakit Diabetes ini adalah manula dan orang dewasa. Kira-kira dari seumuran anak-anak sampai umur 40 tahunan keatas bisa terlihat bahwa mereka mempunyai penyakit Diabetes atau tidak.


Pesan dari iklan ini, cegah lah Diabetes dari dini agar generasi kita dapat menikmati hidup tanpa adanya penyakit bawaan dari mereka lahir yang membuat  mereka tidak leluasa untuk menikmati hidup yang manis.



3.     Sabun Cuci Muka “P”



 Sekarang brand ambassador P Indonesia adalah Artis Indonesia Raisa.
Iklan ini menggunakan model yang saat ini menjadi artis ternama dan menjadi idaman disemua kalangan.
Pemasaran iklan produk P ini dengan menggunakan Artis Raisa menjadi brand amabassador mereka ialah pemasaran yang baik, karena para penggemar artis tersebut menjadi ingin tau hasiat produk yang diiklankan oleh artis idamannya.


4.      Pasta Gigi “P”




  
Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan sebuah iklan dari P yang menurut saya sangat menyentuh. Atau lebih tepatnya menyindir. Dalam iklan tersebut, P dengan sangat “cerdik” mengajak para orang tua untuk menjadi contoh teladan yang baik dengan turut menyikat giginya 2 kali sehari seperti apa yang orang tua biasa katakan kepada anaknya. Tetapi, menurut Pepsodent, ternyata para orang tua, khususnya para ayah (sebagaimana disampaikan oleh kebanyakan anak-anak dalam iklan tersebut) tidaklah melakukan apa yang mereka pintakan kepada anak-anaknya. Para orang tua ternyata banyak yang tidak menyikat giginya 2 kali sehari.
Iklan ini membuat saya tersenyum-senyum sendiri karena merasa sedang disindir oleh P. Tema yang dipilih oleh P sangat menarik. Kehidupan sehari-hari yang membuat kita yang belum pernah mendengarnya akan merasa tertarik untuk mendengarnya. Tema kehidupan sehari-hari apalagi yang sifatnya faktual membuat kita memiliki koneksi dan keterkaitan dengan sebuah upaya komunikasi. Saya selalu menyukai iklan-iklan yang disampaikan dengan menggunakan pendekatan soft sale. Dan iklan P Ayah Sudah Sikat Gigi adalah salah satu yang menurut saya dieksekusi dengan sangat baik.
Sudah begitu disampaikan oleh anak-anak pula, menjadikan iklan ini “mengeksploitasi” (dalam konteks positif tentu saja) unsur emosi seorang ayah. Figur ayah yang harus menjadi teladan dalam hal terkecil dan terkesan remeh sekalipun. Pendekatan ini terasa begitu humanis karena menyentuh aspek psikologis manusia yang positif.
Sebuah iklan yang tidak bersifat hard sale memang terasa lebih mengena dengan mendorong unsur perasaan. Secara tidak langsung, iklan ini seperti mendorong pola konsumsi P. Tentu jika ayah dan ibu sikat gigi 2 kali sehari dan anak-anaknya juga melakukan hal yang sama, maka P akan menjadi cepat habis untuk dikonsumsi. Karena P cepat habis di konsumsi, tentunya anda akan melakukan konsumsi secara berulang bukan?
Selain itu iklan ini juga terkesan begitu sosial kemasyarakatan karena P sebagai produk kesehatan yakni kesehatan gigi memahami betul budaya masyarakat Indonesia khususnya para orang tua yang ternyata tidak melakukan sikat gigi secara optimal 2 kali sehari. Pesan komunikasi yang mengajak orang untuk ingat akan pentingnya sikat gigi 2 kali sehari adalah pesan komunikasi yang sangat positif, terlepas dari adanya tujuan bisnis dari iklan sebuah produk. Pesan tersebut juga disampaikan dengan cara yang sangat positif dan tidak menakuti dengan adanya tampilan gambar gigi berlubang seperti yang dilakukan oleh produsen odol (termasuk Pepsodent pernah melakukan hal serupa).
Saya mengucapkan selamat kepada P yang dalam pandangan profesional saya telah berhasil mendeliver pesan yang ingin disampaikan. Sebuah iklan yang mungkin saja dapat merubah pendekatan komunikasi dari produk pasta gigi yang biasa menekankan pada aspek fungsional menjadi pendekatan yang lebih menyentuh emosi.

5.     Produk Sabun Deterjen “R”




Di zaman modern ini semakin banyak merek deterjen yang ditawarkan, namun siapa yang tak kenal diterjen R, produk ini sudah melekat sekali di pikiran kita, dari dulu hingga sekarang namanya terus-menerus benderang, dengan segala inovasi produk yang ia berikan, membuat namanya semakin dikenal. Berlomba –lomba deterjen menampilkan kemasan, inovasi yang unik, baik di televise, maupun di media lain.
Promosi melalu televise, bukan hanya dengan cara memperkenalkan produk ini saja, tapi R cair ini membuat iklan yang unik, yang menceritakan jika pakaian kita, atau anak-anak kita kotor, tak perlu khawatir untuk mencucinya karena sudah ada R cair yang mempunyai daya bersih tinggi, sehingga kita tidak menghambat kreatifitas anak-anak kita.
Inovasi yang ditawarkan oleh R kali ini adalah R Cair, mungkin dulu kita hanya mengenal sabun colek, atau deterjen bubuk, tapi kali ini R menawarkan deterjen dengan bentuk cair dengan 5 kelebihan, yaitu R Cair memiliki 5 kelebihan antara lain memiliki daya bersih yang tinggi, dapat masuk ke dalam serat kain terdalam sehingga dapat membersihkan noda dua kali lebih efektif dibandingkan dengan sabun bubuk dan colek, meninggalkan keharuman yang tahan lama pada pakaian, memiliki busa lebih banyak dibandingkan dengan sabun bubuk dan colek, tidak meninggalkan sisa butiran deterjen sehingga hasil cuci lebih maksimal, juga lembut di tangan. .


Dengan demikian inovasi yang ditawarkan oleh dapat menarik minat konsumen untuk beralih ke R Cair. Diihat dari STP (Segmentation Targeting Positioning), yaitu :
·         Segmentasi dari produk ini yaitu kelas menengah dan menengah ke atas.
·         Targeting dari produk ini yaitu dipasarkan di pasar modern, pasar tradisional, swallayan, agen-agen, bahkan warung-warung kecil sekalipun.
·         Positioning produk ini yaitu memposisikan dirinya sebagai produk yang ditujukan bagi orang yang selalu mencuci dengan jumlah banyak, sehingga dengan memakai Rinso cair ini mereka lebih mudah dalam mencuci.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Introduce Myself

  Hallo Everyone, Tepat di tanggal 26 Desember 2017 saya akan memperkenalkan diri saya. Hari ini tepat dimana hari sesudah Natal dan...