JENIS PASAR, LATAR BELAKANG MONOPOLI, ETIKA DALAM PASAR
KOMPETITIF

Disusun oleh :
NAMA
ANGGOTA
· Dyah Pratiwi 13214365
· Esther Claudia 13214663
· Ika Nurfitriyani 15214127
· Kamilia Fidini 15214764
· Kartika Yulinar S 15214790
Kelas :
3EA10
Kelompok :
3
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan kekuatan
dan kemampuan sehingga makalah ini bisa selesai tepat pada waktunya. Adapun
tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Etika Bisnis tentang "jenis pasar,
latar belakang monopoli, dan etika dalam pasar kompetitif ".
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung
dalam penyusunan makalah ini. Penulis sadar bahwa makalah ini belum
sempurna dan memerlukan berbagai perbaikan, oleh karena itu kritik dan saran
yang membangun sangat dibutuhkan.
Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semua pihak.
Depok, 27 Maret
2017
Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG MAKALAH
Indonesia
memiliki beragam pasar, dan pasar-pasar tersebut mempunyai keadaan untuk
mencapai kondisi yang ideal. Para pelaku produsen ingin menjalankan kegiatan
produksi secara sukses dan produk yang dihasilkan dapat dinikmati oleh
konsumen. Segala upaya dilakukan agar hal tersebut dapat terwujud, seperti
penyediaan berbagai produk yang memang diminati serta dibutuhkan oleh konsumen
pada saat ini, dengan kata lain produk tersebut memiliki potensi besar karena
didukung oleh para konsumen yang besar, terlebih mampu menarik daya beli
konsumen terhadap produknya, dan produk tersebut juga tentunya dapat memberikan
benefit
yang relatif sama bagi semua konsumen.
Menjadi sangat penting dalam sebuah pasar dapat
memberikan karakteristik dalam setiap produsen terhadap produknya. Untuk itu,
produsen perlu memperhatikan segala faktor dan aspek hambatan yang akan
mempengaruhi perusahaan dalam bentuk persaingan di dalam pasar. Dalam pasar
persaingan sempurna, struktur pasar akan mempengaruhi mobilitas perusahaan,
jumlah perusahaan, sifat produk yang dihasilkan serta kemampuan perusahaan
dalam mempengaruhi harga dan pasar.
Semua hal tersebut yang menjadi dasar dan alasan mengapa
makalah ini dibuat, kami akan jelaskan lebih lanjut dalam berbagai rumusan
masalah dan informasi lain mengenai “Perekonomian Dalam Pasar Persaingan
Sempurna”.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
Rumusan
masalah yang dibahas dalam makalah ini, diantaranya:
1.
Apa pengertian dari
pasar persaingan sempurna?
2.
Apa pengertian dari
monopoli?
3.
Apa pengertian dari
oglipoli?
4. Apa hubungan Monopoli dan
dimensi etika bisnis ?
5. Apakah Etika di dalam pasar
kompetitif ?
6. Apa Kompetisi pada pasar
ekonomi global ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena sistem
pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan
memproduksi barang atau jasa yang sangat tinggi efisiensinya.1 Menjadi
sangatlah penting untuk mempelajari tentang corak kegiatan firma dalam persaingan sempurna. Pengetahuan mengenai
keadaan pasar persaingan sempurna dapat dijadikan landasan didalam membuat perbandingan
dengan berbagai jenis struktur pasar lainnya. Disamping itu, analisis keatas
pasar persaingan sempurna adalah untuk menentukan harga dan produksi didalam
usaha mereka untuk mencari keuntungan yang maksimal.
Untuk
itu, pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar
yang memiliki
banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual ataupun pembeli tersebut tidak
dapat mempengaruhi keadaan yang sedang terjadi di pasar.2
2.2 PENGERTIAN PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara
permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen
dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.
2.2.1 Ciri-ciri dari pasar monopoli:
1. hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
2. tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip (close substitute)
3. produsen memiliki kekuatan menetukan harga
4. tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.
2.3 PENGERTIAN OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah suatu
bentuk interaksi permintaan dan penawaran, di mana terdapat beberapa
penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.
2.3.1 Ciri-ciri dari pasar
oligopoli adalah:
1) Terdapat beberapa penjual/produsen
yang menguasai pasar.
2) Barang yang diperjual-belikan dapat
homogen dan dapat pula berbeda corak (differentiated product), seperti air
minuman aqua.
3) Terdapat hambatan masuk yang cukup
kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
4) Satu di antaranya para oligopolis
merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar.
Penjual ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para
penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut. Contoh dari produk oligopoli:
semen, air mineral.
2.4 PASAR MONOPOLI DAN DIMENSI
ETIKA BISNIS
Pasar
monopoli berasal dari bahasa Yunani ,monos, satu dan polein,
menjual adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual
yang menguasai pasar. Jadi monopoli adalah kondisi pasar dimana hanya ada satu
pelaku bisnis atau perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu dan
ada hambatan bagi perusahaan atau pelaku bisnis untuk masuk ke dalam
bisnis tersebut. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau
sering disebut sebagai "monopolis".
Monopoli adalah
suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir perusahaan yang
menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip
dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidang
industri atau bisnis tertentu. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau
segelintir perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk didalamnya. Karena itu,
hampir tidak ada persaingan berarti.
Perlu kita bedakan anatara 2
macam monopoli:
·
Monopoli Alamiah
Monopoli alamiah lahir karena
mekanisme murni dalam pasar. Monopoli ini lahir secara wajar dan alamiahkarena
kondisi objektif yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yang menyebabkan
perusahaan ini unggul dalam pasar tanpa bisa ditandingi dan dikalahkan secara
memadai oleh perusahaan lain.
·
Monopoli Artifisial
Monopoli ini lahir karena
persengkongkolan atau kolusi politis dan ekonomi antara pengusaha dan penguasa
demi melindungi kepentingan kelompok pengusaha tersebut. Monopoli semacam ini
bisa lahir karena pertimbangan rasional maupun irasional.
Ada beberapa hal yang perlu
mendapat perhatian dalam kaitan dengan ketimpangan ekonomi yang ditimbulkan
oleh praktek monopoli:
1.
Perusahaan Monopolistis diberi wewenangan secara tidak fair untuk menguras
kekayaan bersama demi kepentingannya sendiri dalam selubung kepentingan
bersama.
2.
Rakyat atau konsumen yang sudah miskin dipaksa untuk membayar produk
monopolistis yang jauh lebih mahal
3.
Ketimpangan ekonomi akibat praktek monopoli juga berkaitan dengan tidak
samanya peluang yang terbuka bagi semua pelaku ekonomi oleh adanya praktek
ekonomi itu. Dari masalah ketiga yang ditimbulkan oleh praktek monopoli
artifisial adalah terlarangnya kebebasan kebebasan baik pada konsumen maupun
pada pengusaha.
2.5 ETIKA DALAM PASAR
KOMPETITIF
Pasar
kompetitif adalah sebuah pasar yang terdapat penjual dan pembeli dimana mereka
memperdagangkan produk identik atau sejenis, sehingga masing – masing dari
mereka akan menjadi penerima harga. Harga barang sama dengan pendapatan
rata-ratanya dan pendapatan marginalnya.
Ada dua etika yang harus di pegang oleh
para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu:
1. Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan
penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan
penawaran barang oleh penjual. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang
ditransaksikan membawa manfaat, dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.
2. Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori
ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik pertemuan antara demand dan supply.
ekuiblirium diartikan sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan
penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk mendapatkan barang dan hak
penjual untuk mendapatkan uang yang sepantasnya dari barang yang dijualnya.
Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi
terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang berkualitas
dan bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang sepantasnya sebagai
pengganti harga barang yang dibelinya.
Etika-etika
bisnis harus dipegang dan diaplikasikan secara nyata oleh pelaku pasar. Selain
itu, setiap negara telah mempersiapkan SDM yang berkualitas yang siap
berkompetisi. Mereka bisa menjalin kemitraan guna meningkatkan jumlah produksi
dan memenuhi satu sama lain sehingga konsumen akan tertarik untuk mengkonsumsi
produk tersebut.
2.6 KOMPETISI PADA PASAR EKONOMI GLOBAL
Etika bisnis
merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini
berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan,
institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005). Hal ini disadari oleh
sebagian besar pelaku usaha, karena mereka akan berhasil dalam usaha bisnisnya
jika mengindahkan prinsip-prinsip etika bisnis.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan
etika bisnis, yaitu:
1. Pengendalian
diri.
2. Pengembangan
tanggung jawab social (social responsibility).
3. Mempertahankan
jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan
informasi dan teknologi.
4. Menciptakan
persaingan yang sehat.
5. Menerapkan
konsep “pembangunan berkelanjutan”.
6. Menghindari
sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu
menyatakan yang benar itu benar.
8. Menumbuhkan
sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke
bawah.
9. Konsekuen
dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
10. Menumbuhkembangkan
kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
11. Perlu
adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang
berupa peraturan perundang-undangan.
Bisnis merupakan sebuah
kegiatan yang telah mengglobal. Setiap sisi kehidupan diwarnai oleh bisnis.
Dalam lingkup yang besar, negara pastinya terlibat dalam proses bisnis yang
terjadi. Tiap-tiap negara memiliki sebuah karakteristik sumber daya sendiri
sehingga tidak mungkin semua negara merasa tercukupi oleh semua sumber daya
yang mereka miliki. Mulai dari ekspedisi negara Eropa mencari rempah-rempah di
Asia sampai perdagangan minyak Internasional merupakan bukti bahwa dari dulu
sampai sekarang sebuah negara tidak dapat bertahan hidup tanpa keberadaan
bisnis dengan negara lainnya. Pengaruh globalisasi juga menjadi faktor
pendorong terciptanya perdagangan internasional yang lebih luas. Kemajemukan
ekonomi dan sistem perdagangan berkembang menjadi sebuah kesatuan sistem yang saling
membutuhkan. Ekspor-Impor multinasional menjadi sesuatu yang biasa. Komoditi
nasional dapat diekspor menjadi pendapatan negara, serta produk-produk asing
dapat diimpor demi memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Setiap Negara
terus mengeksplorasi bisnis ke luar negeri selain untuk mendapatkan yang mereka
inginkan, juga menaikkan tingkat ekonomi yang ada. Tidak dapat dipungkiri bahwa
bisnis multinasional merupakan kesempatan untuk meraih pundi-pundi uang demi
meningkatkan tingkatan ekonomi, terutama negara berkembang yang rata-rata
memiliki nilai tukar mata uang yang rendah. Developing country mendapat
keuntungan dengan kemudahan untuk mengekspor barang domestiknya ke luar dan
kemudahan untuk mendapatkan investor asing sebagai penanam dana bagi usaha-usaha
dalam negeri.
Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu:
1.
Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis
pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum,
dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2.
Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah
pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan
ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan
struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3.
Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah
pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini
termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter
individual.
Tujuan diciptakanya kode etik adalah:
1.
Meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis.
2.
Berkurangnya potensial regulasi pemerintah yang
dikeluarkan sebagai aktivitas kontrol.
3.
Menyediakan pegangan untuk dapat diterima sebagai
pedoman.
4.
Menyediakan tanggungjawab atas prilaku yang tak
ber-etika.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar